Selama ini aku merasa aku bukan orang yang menyambut datangnya bulan baru dengan suatu doa atau harapan tertentu, seperti "Please March be good", "Semoga April menyenangkan!" atau semacam itu lah... Tapi entah kenapa untuk post ini aku beri judul 1 Mei. Mmm, mungkin karna aku senang aku dapet suntikan energi positif di awal bulan ini :)
Suntikan energi pertama hari ini datang dari koran Kompas.
Sebenernya jarang baca, cuma ngelirik tok *sayang banget asli, Kompas tu bacaan bermutu*. Nah di saat-saat yang jarang itu, sering membuat aku merasa tersentil bahkan kadang tertohok kalo baca berita atau artikelnya. Bahkan gambarnya. Seperti gambar ini di halaman depan Kompas kemarin yang aku baca tadi pagi
Aku malu. Sungguh malu banget.
Showing posts with label reflection. Show all posts
Showing posts with label reflection. Show all posts
Tuesday, May 01, 2012
Thursday, October 13, 2011
mana semangatmu?!
Hey, dear someone who is typing these letters at this very moment,
Hey, my me, nadhilaaa...
Mana semangatmuuu? Kenapa mengendor, sekendor ini? Udah nggak punya mimpi? Nggak punya goals?
Mati aja sanah.
You are like a living corpse, with no passions and strength to move forward, do you not realize that?
--------
Kejar, kejar FK UI-mu!
Kejaaaar!
Kejar yang terbaik menurutmu, kejar sekuat tenagamu!
Gimanapun hasil-hasil yang kamu peroleh di sepanjang proses ini, jatuh bangunmu dalam mengejar yang terbaik menurutmu, nikmati. Nikmati aja. Nikmati prosesnya, ambil hikmahnya.
Keep moving on the right track, dengan cara yang bener. Berusaha yang terbaik dengan cara yang baik juga.
Biar yang lain berjuang dengan cara mereka sendiri. You set your own way, let other be with theirs.
Usahaa, jangan gampang kendor gini dong ah!
Move, move forward, keep moving ahead!
Kejar yang terbaik menurutmu. Hasil yang terbaik tetep hanya Allah yang tau, hanya Dia Yang Maha Bijaksana yang akan memutuskan.
Bismillaaahirrahmaanirrahiiim...
Hey, my me, nadhilaaa...
Mana semangatmuuu? Kenapa mengendor, sekendor ini? Udah nggak punya mimpi? Nggak punya goals?
Mati aja sanah.
You are like a living corpse, with no passions and strength to move forward, do you not realize that?
--------
Kejar, kejar FK UI-mu!
Kejaaaar!
Kejar yang terbaik menurutmu, kejar sekuat tenagamu!
Gimanapun hasil-hasil yang kamu peroleh di sepanjang proses ini, jatuh bangunmu dalam mengejar yang terbaik menurutmu, nikmati. Nikmati aja. Nikmati prosesnya, ambil hikmahnya.
Keep moving on the right track, dengan cara yang bener. Berusaha yang terbaik dengan cara yang baik juga.
Biar yang lain berjuang dengan cara mereka sendiri. You set your own way, let other be with theirs.
Usahaa, jangan gampang kendor gini dong ah!
Move, move forward, keep moving ahead!
Kejar yang terbaik menurutmu. Hasil yang terbaik tetep hanya Allah yang tau, hanya Dia Yang Maha Bijaksana yang akan memutuskan.
Bismillaaahirrahmaanirrahiiim...
Sunday, July 03, 2011
prihatin
Hay Dear Reader, sore ini aku merenungi sesuatu. Hati-hati, ini bakal panjang.
Jadi ceritanya, sore ini aku pergi ke toko buku dan alat tulis di dekat sekolahku. Saat sampai di kasir, aku berdiri antri di belakang sepasang suami istri, angka lebih dari 100.000 sudah muncul di komputer kasir, dan terus bertambah.
Hm, belanja sebelum masuk sekolah nih.. pikirku, soalnya barang-barang yang ada di meja kasir itu barang-barang keperluan anak sekolah dan beberapa keperluan kantor. Aku liat ke sekeliling, ada beberapa anak kecil di sekitar kasir. Aku perhatikan, ternyata ada 4 anak itu sama-sama menunggu si suami istri di kasir. Mungkin keempat bocah itu anaknya si bapak-ibu yang lagi bayar..
3 anak perempuan, 1 anak laki-laki.
Kalo diliat-liat, anak pertama perempuan yang dipanggil "Mbak" oleh anak-anak lainnya, sepertinya seusia anak SD kelas 4 -- oya tadi si ibu itu beli buku untuk kelas 5, mungkin si Mbak ini naik kelas 5. Anak kedua laki-laki sekitar SD kelas 3, mungkin naik kelas 4 -- sebut saja si "Mas". Lalu anak ketiga dan keempat perempuan, sebut saja Bunga dan si Bontot. 2 anak perempuan terkecil ini masing-masing memegang buku di tangannya-- buku mewarnai.
Kalo diliat-liat, anak pertama perempuan yang dipanggil "Mbak" oleh anak-anak lainnya, sepertinya seusia anak SD kelas 4 -- oya tadi si ibu itu beli buku untuk kelas 5, mungkin si Mbak ini naik kelas 5. Anak kedua laki-laki sekitar SD kelas 3, mungkin naik kelas 4 -- sebut saja si "Mas". Lalu anak ketiga dan keempat perempuan, sebut saja Bunga dan si Bontot. 2 anak perempuan terkecil ini masing-masing memegang buku di tangannya-- buku mewarnai.
Ya, keluarga ini yang aku perhatikan selama menunggu antrian.
Thursday, May 19, 2011
rolling time
hey Dear Reader, do you realize that time is always moving forward?
Kakak-kakakku kelas XII di SMANSA bakal officially-released alias dilepas hari ini.
Yap, hari ini lagi Pelepasan kelas XII, atau bahasa kerennya ya wisudaan lah.
Well, karena waktu terus bergulir
suatu ketika akan tiba juga masanya aku yang diwisuda *Insya Allah taun depan, amiiin*
SMA Negeri 1 Purwokerto taun ini lulus 100% Alhamdulillah
lalu dalam beberapa jam, angkatanku bakal nggak punya kakak kelas
we'll be the oldest students in the term of class in a few hours.
well just - have you really realize how fast it can be?
not waiting for anyone nor anything
not willing to halt even a moment
it is simply going straight ahead, ahead, and ahead
there won't be turning back.
Kakak-kakakku kelas XII di SMANSA bakal officially-released alias dilepas hari ini.
Yap, hari ini lagi Pelepasan kelas XII, atau bahasa kerennya ya wisudaan lah.
Well, karena waktu terus bergulir
suatu ketika akan tiba juga masanya aku yang diwisuda *Insya Allah taun depan, amiiin*
SMA Negeri 1 Purwokerto taun ini lulus 100% Alhamdulillah
lalu dalam beberapa jam, angkatanku bakal nggak punya kakak kelas
we'll be the oldest students in the term of class in a few hours.
Wednesday, May 04, 2011
dynamic
ada masanya hidup rasanya ringan, mudah, dan menyenangkan..
suatu saat pasti akan ada masanya hidup jadi berat, sempit, dan menyesakkan - seperti sekarang.
ingat kemarin tertawa rasanya nikmat sekali, tersenyum dan menyemangati orang lain dengan riang
tapi esoknya bahkan menyemangati diri sendiri pun tak mampu, apalagi berjalan tegak dan kuat - itu bisa terjadi.
seperti kata orang bahwa hidup seperti roda berputar:
dynamic.
ngga mungkin hidup mulus terus. ngga mungkin hidup ngga ada masalah, tanpa hambatan, dan tanpa cobaan.
wanting a life without problem is like wanting a beach without waves
seeking for a life without misery is like seeking for a song without melody
demanding a life without challenges is like demanding a life without a soul.
how it would be?
it would be plain and flat, definitely.
boring and awful.
what a shame.
suatu saat pasti akan ada masanya hidup jadi berat, sempit, dan menyesakkan - seperti sekarang.
ingat kemarin tertawa rasanya nikmat sekali, tersenyum dan menyemangati orang lain dengan riang
tapi esoknya bahkan menyemangati diri sendiri pun tak mampu, apalagi berjalan tegak dan kuat - itu bisa terjadi.
seperti kata orang bahwa hidup seperti roda berputar:
ada kalanya di atas, ada kalanya di bawahseperti itulah hidup yang sesungguhnya.
dynamic.
ngga mungkin hidup mulus terus. ngga mungkin hidup ngga ada masalah, tanpa hambatan, dan tanpa cobaan.
wanting a life without problem is like wanting a beach without waves
seeking for a life without misery is like seeking for a song without melody
demanding a life without challenges is like demanding a life without a soul.
how it would be?
it would be plain and flat, definitely.
boring and awful.
what a shame.
Thursday, April 28, 2011
(mengingatkan diri) Untuk kembali
ketika hidup rasanya salah, gelisah
ketika batin tak tenang, cemas
ketika ada yang hilang, hampa
mungkin kurang tulus doanya
mungkin kurang ikhlas ibadahnya
mungkin mulai jauh dari Dia Yang Maha Dekat
kembali lah.
kembali ke mana seharusnya kembali.
mumpung masih sempat, masih ada usia
kembali sekarang.
paksa untuk kembali sekarang.
harus sekarang. jangan tunda. sebelum terlambat.
------
saat rasanya jauh, jangan mau terus menjauh.
sadarlah, kembalilah.
sekarang.
ketika batin tak tenang, cemas
ketika ada yang hilang, hampa
mungkin kurang tulus doanya
mungkin kurang ikhlas ibadahnya
mungkin mulai jauh dari Dia Yang Maha Dekat
kembali lah.
kembali ke mana seharusnya kembali.
mumpung masih sempat, masih ada usia
kembali sekarang.
paksa untuk kembali sekarang.
harus sekarang. jangan tunda. sebelum terlambat.
------
saat rasanya jauh, jangan mau terus menjauh.
sadarlah, kembalilah.
sekarang.
Menjadi lebih positif
"Kalo liat yang nggak ada terus, ya gimana bisa sedekah?"
Kalimat itu aku denger dari tv hari Rabu pagi kemarin, dari acaranya Ust.Yusuf Mansur yang kebetulan lagi ditonton Bapak.
Subhanallah. Aku inget-inget kalimat itu.
Dan sekarang aku tuliskan di sini.
Kalimat singkat dan padat itu berhasil kena tepat sasaran dengan mudahnya. Tepat di sanubari.
Bener banget. Bener-bener sesederhana itu ternyata konsepnya.
Selama kita melihat apa yang nggak kita punya, gimana kita bisa mensyukuri apa yang kita punya?
Misalnya gini. Kadang cewe-cewe pengennya punya tubuh yang "bagus". Liat si A yang cantik dengan betis kecilnya, lalu jadi pengeeen banget "Uh kaloo aja aku punya kaki sebagus dia".
Padahal sadarkah, udah untung bangeeeet punya kaki, anggota tubuh lengkap, bisa jalan dan bisa digunakan secara baik.
Bandingin sama mereka yang nggak punya kaki. Atau kalo itu terlalu ekstrem, ya bandingkan dengan mereka yang punya kaki tapi lumpuh dan nggak bisa dipakai jalan.
-----Ya jelas banget jauh lebih beruntung yang punya kaki besar tapi kuat dipake jalan, lari, membawa tubuh kita ke mana pun kita mau. Iya, nggak?
Thursday, April 21, 2011
Evaluasi
Ceritanya, aku jadi panitia Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Gladi Perwira 2011.
Senin-Rabu kemarin aku ikut mendampingi adek-adek dan keluar masuk hutan di lereng Gunung Slamet.
Oh oh, adek-adekku yang ikut LDK taun ini beruntung banget. LDK taun ini sangat-jauh-berbeda sama LDK-ku dulu.
What makes it different?
LDK taun ini jauh lebih terukur dibanding LDK taun-taun sebelumnya. Biasanya, LDK diurus sepenuhnya oleh OSIS. Panitia biasanya berbekal tradisi dan pengalaman dari LDK taun sebelumnya, paling ditambah-dikurangi di beberapa hal, tapi prinsipnya sama. Tradisi, yang entah apa standar pengukurnya, entah banyak benernya atau banyak salahnya. Taun ini sekolah bekerja sama dengan Brimob. Perbedaanya? Mereka jelas skilled and trained well, berpengalaman, dan punya standar ukuran yang jelas untuk fisik dan mental peserta.
Dan ternyata, banyak banget yang salah dari tradisi kami.
Secara prinsip dan teori mungkin kami benar, mungkin. Tapi yang jelas, apa yang kami terapkan banyak yang salah. Banyak banget.
Dari dulu bekal kami 1: tradisi.
Jadi, sadar nggak sadar, diakui atau enggak, apa yang kami lakukan hanya mengulang, dan balas dendam.
Mengulang yang benar sih nggak ada salahnya ya.. Masalahnya, apa yang kami tau itu belum tentu benar atau salah. Kami juga nggak tau harus pake apa untuk mengetahui benar-salah tindakan kami. Nggak jelas banget.
Kami panitia nggak ngerasa balas dendam, dan sama sekali nggak mau balas dendam, tapi prakteknya tetep aja ada unsur balas dendamnya.
Setelah ada Brimob, oh oh oh oh oh.. manggut manggut
makin jelas batas antara benar dan salah, boleh dan tidak boleh.
Senin-Rabu kemarin aku ikut mendampingi adek-adek dan keluar masuk hutan di lereng Gunung Slamet.
Oh oh, adek-adekku yang ikut LDK taun ini beruntung banget. LDK taun ini sangat-jauh-berbeda sama LDK-ku dulu.
What makes it different?
LDK taun ini jauh lebih terukur dibanding LDK taun-taun sebelumnya. Biasanya, LDK diurus sepenuhnya oleh OSIS. Panitia biasanya berbekal tradisi dan pengalaman dari LDK taun sebelumnya, paling ditambah-dikurangi di beberapa hal, tapi prinsipnya sama. Tradisi, yang entah apa standar pengukurnya, entah banyak benernya atau banyak salahnya. Taun ini sekolah bekerja sama dengan Brimob. Perbedaanya? Mereka jelas skilled and trained well, berpengalaman, dan punya standar ukuran yang jelas untuk fisik dan mental peserta.
Dan ternyata, banyak banget yang salah dari tradisi kami.
Secara prinsip dan teori mungkin kami benar, mungkin. Tapi yang jelas, apa yang kami terapkan banyak yang salah. Banyak banget.
Dari dulu bekal kami 1: tradisi.
Jadi, sadar nggak sadar, diakui atau enggak, apa yang kami lakukan hanya mengulang, dan balas dendam.
Mengulang yang benar sih nggak ada salahnya ya.. Masalahnya, apa yang kami tau itu belum tentu benar atau salah. Kami juga nggak tau harus pake apa untuk mengetahui benar-salah tindakan kami. Nggak jelas banget.
Kami panitia nggak ngerasa balas dendam, dan sama sekali nggak mau balas dendam, tapi prakteknya tetep aja ada unsur balas dendamnya.
Setelah ada Brimob, oh oh oh oh oh.. manggut manggut
makin jelas batas antara benar dan salah, boleh dan tidak boleh.
Saturday, January 22, 2011
choice
lagi sibuk sibuknya nih...
sibuk sebagai siswa di sekolah saya
sibuk sebagai anak sok sibuk lagi lagi di sekolah saya
dan sibuk menyelaraskan, menyerasikan, dan menjaga keseimbangan semuanya.
susahnyaaa, beratnyaaaa, capeknyaaaa, pusingnyaaaa, oh repotnyaaaa...
susahnyaaa, beratnyaaaa, capeknyaaaa, pusingnyaaaa, oh repotnyaaaa...
Thursday, January 06, 2011
bingung judul
Baru pernah nih aku bingung nulis judul. Apa yang tepat? Apa yang pas?
Ehm, mungkin karna aku udah ngantuk juga kali ya...
tapi aku harus nulis sekarang keburu hilang urge-nya..
Kemarin di momen tahun baru, aku baru saja terhempas dari sebuah mimpi yang cukup lama aku pelihara. Yang kuakui sampai detik ini kadang masih kepikiran juga. Namun sungguh, rasa ikhlasku sudah merelakan semuanya dan aku udah nggak ambil pusing lagi.
Well, aku baru saja memulai semester empat-ku di SMA Negeri 1 Purwokerto ini hari Senin kemarin. Dan aku harus bilang, hidupku makin wonderdul aja day by day, definitely.
Karna aku ngga lolos, aku ngga perlu mikirin formulir dan seterusnya seterusnya seterusnya. Aku alihkan perhatian dan energi untuk hal-hal lain yang biasanya aku tinggalkan hehe
Sabtu kemarin aku bisa ngerjain tugasku di rumah, bikin ortu seneng.
Minggu esoknya bisa menciptakan kondisi yang sangat ideal di kamarku untuk hidup hahaha lebay, pokoknya kamarku beres dan bersih banget, nyaman untuk ditinggali *I'll make another post about my room hahaha, but later ok? narsis abis*
Persiapan yang menyenangkan. Senin esoknya aku bahagia banget menyambut hari pertama masuk sekolah setelah sebelumnya misuh-misuh karna belum puas liburan.
Oh oh ternyata betapa kangennyaaa aku sama seragam OSISku, Pin Paskibra di dada kananku, buku-bukuku, sepatuku, dan kangen perjalanan rutin tiap pagi ke sekolah.
Kangen temen-temen sekolah, temen-temen Paskib-OSIS-Coplay-Scoupy, upacara, dan kelasku.
Kangen guru-guru dan karyawan sekolah juga
Kangen sekolahku, bangeeet!
Ehm, mungkin karna aku udah ngantuk juga kali ya...
tapi aku harus nulis sekarang keburu hilang urge-nya..
Kemarin di momen tahun baru, aku baru saja terhempas dari sebuah mimpi yang cukup lama aku pelihara. Yang kuakui sampai detik ini kadang masih kepikiran juga. Namun sungguh, rasa ikhlasku sudah merelakan semuanya dan aku udah nggak ambil pusing lagi.
Well, aku baru saja memulai semester empat-ku di SMA Negeri 1 Purwokerto ini hari Senin kemarin. Dan aku harus bilang, hidupku makin wonderdul aja day by day, definitely.
Karna aku ngga lolos, aku ngga perlu mikirin formulir dan seterusnya seterusnya seterusnya. Aku alihkan perhatian dan energi untuk hal-hal lain yang biasanya aku tinggalkan hehe
Sabtu kemarin aku bisa ngerjain tugasku di rumah, bikin ortu seneng.
Minggu esoknya bisa menciptakan kondisi yang sangat ideal di kamarku untuk hidup hahaha lebay, pokoknya kamarku beres dan bersih banget, nyaman untuk ditinggali *I'll make another post about my room hahaha, but later ok? narsis abis*
Persiapan yang menyenangkan. Senin esoknya aku bahagia banget menyambut hari pertama masuk sekolah setelah sebelumnya misuh-misuh karna belum puas liburan.
Oh oh ternyata betapa kangennyaaa aku sama seragam OSISku, Pin Paskibra di dada kananku, buku-bukuku, sepatuku, dan kangen perjalanan rutin tiap pagi ke sekolah.
Kangen temen-temen sekolah, temen-temen Paskib-OSIS-Coplay-Scoupy, upacara, dan kelasku.
Kangen guru-guru dan karyawan sekolah juga
Kangen sekolahku, bangeeet!
Tuesday, December 28, 2010
Habibie-Ainun
Hari itu, Kamis 2 Desember 2010, lihat halaman depan Kompas, dan tertarik dengan 1 judul artikel: Romansa Habibie-Ainun, Romeo dan Juliet-kah itu? ternyata isinya tentang buku ini, Dear Reader.
"Setibanya di depan pintu Ainun membukanya dan memandang mata saya dengan senyuman yang selalu saya rindukan"
"Engkau telah menjadiikan Ainun dan saya manunggal jiwa, roh, bathin dan hati nurani melekat pada diri kami sepanjang masa di manapun kami berada"
Liburan ini akhirnya aku beli dan baca buku ini, saking penasarannya setelah baca artikel Kompas itu. Intinya buku ini berisi tentang memoar Habibie tentang istrinya, dipadu dengan penggalan episode-episode kehidupan mereka. Sangat inspiratif, dan ya, menyuguhkan romantisme cinta dewasa, yang matang dan tidak kekanak-kanakan.
Diceritakan bagaimana mereka bertemu, bagaimana mereka merasa ada "connection" hanya dengan tatapan mata dan senyuman, dan akhirnya menikah. Bagaimana jungkir baliknya kehidupan mereka di Jerman, mimpi-mimpi, dan pemikiran mereka. Nggak melulu menceritakan manisnya cinta dan mudahnya hidup kok. Menurutku isi buku ini realistis, meskipun di beberapa bagian ada deskripsi yang berlebihan. Wajarlah, ikatan cinta dan batin mereka hebat, Dear Reader, sungguh mengagumkan.
"Setibanya di depan pintu Ainun membukanya dan memandang mata saya dengan senyuman yang selalu saya rindukan"
"Engkau telah menjadiikan Ainun dan saya manunggal jiwa, roh, bathin dan hati nurani melekat pada diri kami sepanjang masa di manapun kami berada"
Oke aku nggak akan cerita banyak tentang buku itu. I just wanna share what point I got most from the book.
Apakah?
Ternyata bener, dibalik pria hebat ada wanita luarbiasa.
Percaya.
Wednesday, December 22, 2010
how nostalgic...
caution: ini curhatan seorang mantan-anak-aksel hehe.
barusan liat-liat foto-fotonya anak aksel di sekolahku, SMA Negeri 1 Purwokerto.
I cannot help wondering, mesmerized.
jelas sekali kebersamaannya, kekompakannya, keberagaman dalam kesatuannya, dan well~ memang begitulah adanya. itu semua gambaran tanpa direka-reka. nyata.
Lalu aku jadi inget aku dan teman-temanku dulu di SMP. Laskar Genta-ku - "Kelas Akselerasi Generasi Pertama" - ya, memang kelasku itu kelas aksel pertama yang pernah ada di Banyumas ini.
betapa cintanya, senangnya, bahagianya jadi bagian dari solidnya ikatan sesama anak aksel.
kehidupan yang sulit dimata orang luar, dijalani bersama-sama oleh segelintir anak dalam kelompok kecil itu.
punya tujuan yang sama, jatuh bangun bersama, suka duka dijalani apa adanya. yah~ begitulah.
dan sampai sekarang, walaupun udah 2 taun berpisah dengan temen-temen Laskar Genta-ku, honestly, rasa ingin bersama masih tetap ada. karena sederhana saja, kami bahagia.
Ada pertanyan melintas di pikiran, meminta jawaban.
"Apakah kamu menyesal, tidak lagi berada dalam kelompok kecil yang berkualitas dan membahagiakan itu?"
barusan liat-liat foto-fotonya anak aksel di sekolahku, SMA Negeri 1 Purwokerto.
I cannot help wondering, mesmerized.
jelas sekali kebersamaannya, kekompakannya, keberagaman dalam kesatuannya, dan well~ memang begitulah adanya. itu semua gambaran tanpa direka-reka. nyata.
Lalu aku jadi inget aku dan teman-temanku dulu di SMP. Laskar Genta-ku - "Kelas Akselerasi Generasi Pertama" - ya, memang kelasku itu kelas aksel pertama yang pernah ada di Banyumas ini.
betapa cintanya, senangnya, bahagianya jadi bagian dari solidnya ikatan sesama anak aksel.
kehidupan yang sulit dimata orang luar, dijalani bersama-sama oleh segelintir anak dalam kelompok kecil itu.
punya tujuan yang sama, jatuh bangun bersama, suka duka dijalani apa adanya. yah~ begitulah.
dan sampai sekarang, walaupun udah 2 taun berpisah dengan temen-temen Laskar Genta-ku, honestly, rasa ingin bersama masih tetap ada. karena sederhana saja, kami bahagia.
Ada pertanyan melintas di pikiran, meminta jawaban.
"Apakah kamu menyesal, tidak lagi berada dalam kelompok kecil yang berkualitas dan membahagiakan itu?"
Friday, December 03, 2010
jadi anak SMA
well, aku udah hampir sampai di penghujung semester ketigaku di dunia putih abu-abu ini.
aku sudah menyesuaikan diri di SMA, sudah mengenal banyak temanku, sudah mengenal keluarga besarku yang baru, dan hidupku warna-warninya tak terlukiskan dengan kata-kata
oh ternyata begini rasanya...
masa mudaku di SD dan SMP sangat berbeda dengan kehidupanku sekarang
well, life changes, people changes, so do I.
duniaku dulu sempit, sempit sekali.
maka mengetahui ternyata mempunyai banyaaaaak teman itu menyenangkan, mencoba banyak warna untuk mencoreti kanvas hidupku, membuatku keluar dari kungkungan dan menemukan jati diriku sendiri.
dan menjadi remaja biasa di SMA, nggak ada embel-embel kelas apalah, status anak apalah,
bener-bener jadi aku yang biasa, reguler dan normal-normal saja, wah ini episode baru.
my life has become more and more wonderful day by day, every single day.
belajar secukupnya, bermain sesukanya,
melakukan apa yang aku suka
mencoba hal-hal baru yang positif
dan merasa "hidup seutuhnya" sebagai remaja biasa
tidak selamanya mulus memang, iya.
kadang jatuh, terhantam masalah, sakit dan terluka
tapi biarlah, dengan ini aku belajar bertahan hidup
lagipula,
hidup ini adil segala dengan dinamika naik dan turunnya
life is never-ending learning
dengan dinamika itulah kita diberi kesempatan untuk belajar dari setiap jengkal kehidupan
belajar di atas, belajar di bawah, belajar bersyukur, berusaha bertahan hidup di sesaknya dunia, belajar dalam kebebasan yang bertanggung jawab, memperluas cakrawala
menempa diri di kehidupan nyata seperti ini.
sekarang ini, sebagai anak biasa seperti ini
sebagai mantan berudu dalam tempurung
bagiku hidup ini luarbiasa
dan aku bahagia.
aku sudah menyesuaikan diri di SMA, sudah mengenal banyak temanku, sudah mengenal keluarga besarku yang baru, dan hidupku warna-warninya tak terlukiskan dengan kata-kata
oh ternyata begini rasanya...
masa mudaku di SD dan SMP sangat berbeda dengan kehidupanku sekarang
well, life changes, people changes, so do I.
duniaku dulu sempit, sempit sekali.
maka mengetahui ternyata mempunyai banyaaaaak teman itu menyenangkan, mencoba banyak warna untuk mencoreti kanvas hidupku, membuatku keluar dari kungkungan dan menemukan jati diriku sendiri.
dan menjadi remaja biasa di SMA, nggak ada embel-embel kelas apalah, status anak apalah,
bener-bener jadi aku yang biasa, reguler dan normal-normal saja, wah ini episode baru.
my life has become more and more wonderful day by day, every single day.
belajar secukupnya, bermain sesukanya,
melakukan apa yang aku suka
mencoba hal-hal baru yang positif
dan merasa "hidup seutuhnya" sebagai remaja biasa
tidak selamanya mulus memang, iya.
kadang jatuh, terhantam masalah, sakit dan terluka
tapi biarlah, dengan ini aku belajar bertahan hidup
lagipula,
hidup ini adil segala dengan dinamika naik dan turunnya
life is never-ending learning
dengan dinamika itulah kita diberi kesempatan untuk belajar dari setiap jengkal kehidupan
belajar di atas, belajar di bawah, belajar bersyukur, berusaha bertahan hidup di sesaknya dunia, belajar dalam kebebasan yang bertanggung jawab, memperluas cakrawala
menempa diri di kehidupan nyata seperti ini.
sekarang ini, sebagai anak biasa seperti ini
sebagai mantan berudu dalam tempurung
bagiku hidup ini luarbiasa
dan aku bahagia.
maka terimakasih, untuk warna-warni dunia yang Engkau sediakan,
untuk kuas-kuas penoreh kisah di kanvas kehidupan ini
yang semuanya ada dan terjadi karena kehendak-Mu
Tuesday, November 30, 2010
berpegangan
dalam keadaan apapun
suka - duka, bahagia - derita, sempit - lapang, sehat - sakit, di atas- di bawah
apapun kapanpun di manapun bagaimanapun
ternyata, kita tidak pernah sendirian, kalau mau percaya.
berpegangan-lah!
pada keyakinanmu, pada hatimu, pada jatidirimu
pada Tuhanmu
kuatlah!
dalam resah, gelisah, bimbang, dan keraguan
jangan takut, kembalilah
kembali ke mana kita seharusnya kembali
kuatkan pegangan, kuatkan keyakinan
dalam gelap, kelam, dan suram
jangan takut tersesat, jangan takut kehilangan arah
berpeganglah!
dalam senang, suka, dan bahagia
bukan berarti boleh renggangkan pegangan,
tapi justru kuatkan pegangan
karena dalam keadaan seperti itu
kita menjadi ringan, mungkin tanpa beban
dan pada saat itulah kita mudah digoyahkan, mudah dialihkan
mudah dibutakan, dan mudah disesatkan
maka berpeganganlah, kuatlah!
petikan lagunya EdCoustic "Aku Ingin Mencintai-Mu"
untuk kedua kalinya jadi inspirasi blogpost ini (see: Kembali)
ternyata dalam hidup ini banyak, banyak, banyak hal yang harus disyukuri
baik yang tampak-tak tampak, disadari-tak disadari, dimengerti-tak dimengerti
segalanya harus disyukuri,
terutama karena Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,
bahkan saat hamba-Nya berlari menjauh, saat hamba-Nya lalai dan terlena
Dia memanggil kita melalui banyak cara, jalan, dan kejadian
apakah kita mendengar-Nya?
maka kembalilah.
suka - duka, bahagia - derita, sempit - lapang, sehat - sakit, di atas- di bawah
apapun kapanpun di manapun bagaimanapun
ternyata, kita tidak pernah sendirian, kalau mau percaya.
berpegangan-lah!
pada keyakinanmu, pada hatimu, pada jatidirimu
pada Tuhanmu
kuatlah!
dalam resah, gelisah, bimbang, dan keraguan
jangan takut, kembalilah
kembali ke mana kita seharusnya kembali
kuatkan pegangan, kuatkan keyakinan
dalam gelap, kelam, dan suram
jangan takut tersesat, jangan takut kehilangan arah
berpeganglah!
dalam senang, suka, dan bahagia
bukan berarti boleh renggangkan pegangan,
tapi justru kuatkan pegangan
karena dalam keadaan seperti itu
kita menjadi ringan, mungkin tanpa beban
dan pada saat itulah kita mudah digoyahkan, mudah dialihkan
mudah dibutakan, dan mudah disesatkan
maka berpeganganlah, kuatlah!
aku ingin mencintai-Mu, setulusnya, sebenar-benar aku cinta.
dalam doa, dalam ucapan, dalam setiap langkahku.
aku ingin mendekati-Mu, selamanya, sehina apapun diriku
kuberharap untuk bertemu dengan-Mu, Ya Rabbi
petikan lagunya EdCoustic "Aku Ingin Mencintai-Mu"
untuk kedua kalinya jadi inspirasi blogpost ini (see: Kembali)
ternyata dalam hidup ini banyak, banyak, banyak hal yang harus disyukuri
baik yang tampak-tak tampak, disadari-tak disadari, dimengerti-tak dimengerti
segalanya harus disyukuri,
terutama karena Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya,
bahkan saat hamba-Nya berlari menjauh, saat hamba-Nya lalai dan terlena
Dia memanggil kita melalui banyak cara, jalan, dan kejadian
apakah kita mendengar-Nya?
maka kembalilah.
Tuesday, November 16, 2010
Merepotkan
Kadang, tanpa kita sadari, kita menutup pintu jalan penyelamat yang ada di hadapan kita. Alih-alih menggunakan kesempatan yang sudah ada, kita mencari jalan lain dengan cara menyusahkan banyak orang.
Merugikan orang lain untuk hal yang tidak perlu.
Pantaskah?
Well, malam ini aku dapat pelajaran berharga. Mumpung masih inget detailnya, aku tulis sekarang.
Malam ini aku pulang les biola, lalu niat ke toko buku deket sekolah karna ada yang perlu dibeli.
Berhenti di lampu merah. Yak ganti hijau, langsung gas dan seperti biasa ganti gigi untuk tambah kecepatan. Maka dimulailah kisah ini.
Ceklek - ganti gigi 2. Loh loh loh kok malah nggak bisa maju, udah di gas tapi nggak maju? Ada apa ini? Wah nggak beres nih. Langsung sein kiri, pelan-pelan minggir.
Aaah udah dinetralin, masuk gigi 1 nggak ada perubahan, masuk gigi 2,3,4 juga nggak bisa jalan. Ada apa ini?? di sekitarku cuma ada 1 bapak becak yang lagi nunggu di becaknya. Sempet kepikiran minta tolong sih, ah tapi entah kenapa aku nggak tergerak untuk turun dari motor dan minta pertolongannya. Ah hopeless dan ngga tau harus ngapain deh, langsung telp Bapak minta Bapak dateng.
Sambil nunggu Bapak, aku coba lagi siapa tau bisa. Hasilnya sama aja. Bunyinya gretek-gretek-gretek kaya ada yang rusak.
"Itu rantainya, Mbak" Ternyata si bapak di becak itu yang ngomong. Si bapak itu turun terus mendekat ke motorku. Aku turun dan ikut ngeliat rantainya. Udah malem dan tempat itu gelap, jadi nggak begitu keliatan.
"Iya tuh, Mbak, rantainya lepas." kata si bapak yang udah jongkok. Wah iya, ternyata lepas. Glek.
"Oh iya ya, Pak. Terus gimana ya, Pak?"
"Ya dibawa aja ke bengkel, deket situ" Bengkel? Oh ada bengkel deket sini?
Labels:
family,
life,
reflection,
siblings,
Violin
Sunday, November 14, 2010
Whom I can trust? Them.
Minggu, 24 Oktober 2010
Wah udah tanggal segini lagi. Deadline pengiriman formulir AFS udah deket.
dan besok aku ke SEMARANG! no matter what, formulir ini harus kelar hari ini.
paginya ketemu coach debat dulu sampe siang
sore beres-beres rumah
dan setelah itu, cerita dimulai.
WHAT malam itu aku sadar : aku belum nyetak foto 3x4 buat ke Semarang, belum ngeprint lembar foto buat formulir, dan bahkan belum punya foto untuk cover formulir.
-lalu Mas pulang, my savior for that night.
akhirnya Mas yang ngefoto aku buat cover formulir. dan proses mindah fotonya itu ihhh, we got some unnecessary problems. but, si Mas kan jagonya IT di rumah, jadi teratasi lah masalahnya.
trus langsung berangkat ke percetakan foto, mudah-mudahan bisa ngeprin foto di situ juga.
eh udah sekitar 2 km dari rumah, aku nggak bawa flashdisk yang berisi foto untuk di prin!
si Mas tanpa gerutu sedikit pun, balik ke rumah dulu. *kalo aku jadi dia, aku bakal marah-marah "udah semepet ini pake flashdisk ketinggalan?!!! but he never complained, at all*
pake acara hape ketlingsut entah kemana, padahal baru aja dipegang. sampe rumah lagi aku langsung lari ke kamar ambil flashdisk, si Mas nyariin hapeku di mobil.
oke, akhirnya kita berangkat lagi, mudah-mudahan nggak ada yang ketinggalan.
sampe di percetakan, bisa nyetak foto tapi ngeprint lembar foto nggak bisa karena fotonya itu ada di doc Ms.Word. aduuhh.. pasrah deh. mungkin terpaksanya aku nggak bisa nyelesain lembar foto ini, mungkin Bapak harus ke percetakan dulu besok. ngerepotin Bapak lagi....
wait - si Mas bilang, "Mau nyoba nyari di sekitar Unsoed pusat?"
Tuesday, October 12, 2010
sakit~~
kemaren siang, mulai sakit kepala. kaya ada yang nusuk. belum parah si, bawa tidur aja.
eh ternyata nggak ilang. selesai sholat maghrib tepar, jam 21 bangun belum sehat juga. minum parasetamol.
disuruh tidur sama kaka.
besoknya padahal mid-test Bahasa Indonesia dan biologi, belum kusentuh sama sekali.
oh for God sake, aku nggak bisa mikir. yaudah tidur lagi.
jam 2 malem ibu pulang, dibangunin.
"belajar nggak?"
"enggak"
diempani sama ibu, akhirnya aku belajar jam 2 malem.
masih sakit, badan goyang dikit sakit. bisa tahan sampe jam 4, nggak tau pelajarannya masuk apa enggak. nggak kuat deh, tidur lagi.
bangun subuh. masya Allah makin sakit aja. rasanya ada yang berdenyut di kepala, meremas-remas. sakit banget beneran, nggak pernah aku sesakit ini kalo sakit kepala. aku nggak bakal kuat ikut tes hari ini, aku nggak masuk dan stay on bed. sarapan pagi pake roti trus minum parasetamol lagi. jam 7 aku muntahin semua. aduh nggak karuan deh.
tambah demam, makin nggak enak. makan apa aja dimuntahin. nggak makan lemes banget. sakit kepalanya nggak ilang-ilang. bikin nggak enak waktu sholat.
dan aku kepikiran ulanganku.
besok aku masuk nggak ya? bakal susulan apa aja nih aku?
dan aku kepikiran teman-temanku dan rencana-rencana kami awal minggu setelah mid.
belum apa-apa aku udah kangen mereka.
dan kangen hiruk-pikuk harianku di sekolah dengan semua teman-temanku.
sekarang untungnya udah agak baikan.
ternyata oh ternyata, banyak hal yang saya luputkan dalam keadaan sehat maupun sakit.
membayangkan tiap pagi sampe di sekolah, parkir motor di parkiran, turun dan berjalan ke kelas dengan kepala ringan. sinar matahari yang masih bersahabat tidak membuat badan lemah, menyapa banyak orang dengan senyum, melewati koridor bersih dan menyapa temen-temen, kadang berhenti dan mengobrol sebentar, sampe kelas entah langsung ngelengkapi tugas dan nyontek pr, ato belajar mau ulangan, atau sekadar saling menyapa.
dan hari-hari yang sepertinya biasa itu, nggak akan bisa dijalani kalau kepala berdenyut, suhu badan meninggi, pusing, dan badan tidak sehat. seperti ini.
bisa lari-lari, tertawa-tawa, ngobrol riang, dan menjalani hidup seperti biasa ~ semuanya baru terasa indah kalau tiba-tiba nggak bisa ketawa karna nahan nyeri, nggak bisa lari karna pusingnya melemahkan, nggak banyak bicara karna nggak ada tenaga, sakit.
hm, therefore, aku mau mensyukuri sakitku hari ini.
karena dengan sakit ini, Dia Yang Maha Pengasih membolehkanku melihat kehidupan dari sisi lain, dan Dia Yang Maha Pemberi Nikmat masih memberiku kesempatan untuk bersyukur.
Alhamdulillah. Syukuri hidupmu, Teman, seperti apapun itu.
Friday, October 08, 2010
dear Nadhila
note: post ini aku buat untuk Nadhila, yang sedang bertransisi dan berusaha menguatkan diri.
aku bakal menghadapi mid-test semester III ku dalam 3 jam kedepan.
apakah aku udah siap?
aku belajar setengah hati dari kemarin.
udah mepet gini pun masih aja nyempetin nge-blog.
aku butuh satu post ini sekarang.
aku mau menegaskan bukan hanya lewat suara hati,
tapi lewat bentuk konkret yang bisa aku baca ulang
"aku mau belajar, mau berusaha, demi segala kepercayaan dan tanggung jawab yang ada padaku"
aku mau tegas. aku nggak akan cari-cari alibi atau alasan lagi untuk nggak belajar
aku nggak mau manja dan mengedepankan apa yang aku inginkan daripada apa yang harus aku lakukan
aku tau kewajibanku. aku sadar tanggung jawabku. aku mau konsistensi.
semua cita-citaku itu semua bullshit kalo dari sekarang aku bahkan nggak mau berusaha.
tau Nadh? bullshit. nggak bakal kesampean.
selama ini kamu sombong, angkuh, congkak, dan berpuas diri.
sadari!
maka dari itu Nadhila, bangun!
kamu nggak bisa dengan mudahnya mencapai sesuatu.
harus belajar, harus berusaha keras!
Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak mengubah diri mereka sendiri dulu.
ayo, ridho Allah ada pada orang yang berusaha dengan nama-Nya.
Bismillahirrahmanirrahiim
aku bakal menghadapi mid-test semester III ku dalam 3 jam kedepan.
apakah aku udah siap?
aku belajar setengah hati dari kemarin.
udah mepet gini pun masih aja nyempetin nge-blog.
aku butuh satu post ini sekarang.
aku mau menegaskan bukan hanya lewat suara hati,
tapi lewat bentuk konkret yang bisa aku baca ulang
"aku mau belajar, mau berusaha, demi segala kepercayaan dan tanggung jawab yang ada padaku"
aku mau tegas. aku nggak akan cari-cari alibi atau alasan lagi untuk nggak belajar
aku nggak mau manja dan mengedepankan apa yang aku inginkan daripada apa yang harus aku lakukan
aku tau kewajibanku. aku sadar tanggung jawabku. aku mau konsistensi.
semua cita-citaku itu semua bullshit kalo dari sekarang aku bahkan nggak mau berusaha.
tau Nadh? bullshit. nggak bakal kesampean.
selama ini kamu sombong, angkuh, congkak, dan berpuas diri.
sadari!
maka dari itu Nadhila, bangun!
kamu nggak bisa dengan mudahnya mencapai sesuatu.
harus belajar, harus berusaha keras!
Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak mengubah diri mereka sendiri dulu.
ayo, ridho Allah ada pada orang yang berusaha dengan nama-Nya.
Bismillahirrahmanirrahiim
Friday, October 01, 2010
diam sejenak
Menjalani banyak hari di kehidupan putih abu-abuku
I found it is quite exciting and priceless.
Hari-hariku di SMANSA, entah seperti apapun itu
dengan semua warna belajar sambil bermain-ku yang sekolah sediakan
aku mau menikmatinya dan mensyukurinya.
karena ini hidupku
hidupku dari Tuhanku Yang Maha Pemurah dan Maha Bijaksana.
melalui banyak hal yang aku lakukan dan aku jalani every single day
dari setiap itulah Dia menyisipkan nikmat-Nya
meskipun ku akui, banyak yang aku luputkan.
Subhanallah . Alhamdulillah
I found it is quite exciting and priceless.
Hari-hariku di SMANSA, entah seperti apapun itu
dengan semua warna belajar sambil bermain-ku yang sekolah sediakan
aku mau menikmatinya dan mensyukurinya.
karena ini hidupku
hidupku dari Tuhanku Yang Maha Pemurah dan Maha Bijaksana.
melalui banyak hal yang aku lakukan dan aku jalani every single day
dari setiap itulah Dia menyisipkan nikmat-Nya
meskipun ku akui, banyak yang aku luputkan.
Subhanallah . Alhamdulillah
Wednesday, September 29, 2010
heyyaaaa...
cape juga ternyata.
aku akan berusaha jadi kakak yang baik buat mereka
membawa ke arah yang lebih baik untuk bersama
bersama-sama dengan kawanku dan mereka semua.
masih ada ulangan ini itu, tugas sekolah ini itu.
ayo Nadh, itu Prioritas dan kewajiban utama.
*oke, pasti pasti. aku jaga amanat orangtuaku dengan kesadaranku*
masih mau nyiapin ini itu untuk mereka besok
supaya hari esok mereka bersama kami juga bermanfaat
ya, karna ini pilihanku, keinginanku, tanggung jawabku.
*karena aku senang, maka aku mau*
okeee, SEMANGAT NADHILA!!!
SEMANGAT yaa untuk hidupmu yang berharga.
Pasti Dia Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana mau memberi kekuatan untuk kita yang berusaha dengan nama-Nya untuk kebaikan. Percayalah :)
aku akan berusaha jadi kakak yang baik buat mereka
membawa ke arah yang lebih baik untuk bersama
bersama-sama dengan kawanku dan mereka semua.
masih ada ulangan ini itu, tugas sekolah ini itu.
ayo Nadh, itu Prioritas dan kewajiban utama.
*oke, pasti pasti. aku jaga amanat orangtuaku dengan kesadaranku*
masih mau nyiapin ini itu untuk mereka besok
supaya hari esok mereka bersama kami juga bermanfaat
ya, karna ini pilihanku, keinginanku, tanggung jawabku.
*karena aku senang, maka aku mau*
okeee, SEMANGAT NADHILA!!!
SEMANGAT yaa untuk hidupmu yang berharga.
Pasti Dia Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana mau memberi kekuatan untuk kita yang berusaha dengan nama-Nya untuk kebaikan. Percayalah :)
Subscribe to:
Posts (Atom)

